Monday, March 28, 2016

PSIR Ditarget Raih Angka

Rembang-Dalam pertandingan tandang berikutnya menghadapi PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, besok Sabtu sore PSIR ditarget mencuri poin. Karena sebelumnya kehilangan angka karena kalah 0-2 saat bertemu tuan rumah Persipasi Bekasi.


Manajer PSIR Siswanto mengatakan, saat bertemu dengan Persipasi pekan lalu, anak asuh Haryanto terkendala kondisi lapangan. Bermain saat hujan mengguyur, membuat kondisi lapangan tergenang air menjadikan strategi bermain rapat dengan umpan-umpan pendek tidak bisa dijalankan.

Untuk itu lanjut Siswanto, pihak manajemen memberi masukan kepada tim pelatih untuk membuat strategi lain guna mengantisipasi bila bermain di tengah guyuran hujan yakni memanfaatkan lebar lapangan dengan umpan-umpan jauh. Sehingga dalam lawatan berikutnya nanti berhasil meraih angka, minimal bermain seri dengan kubu tuan rumah.


Ditambahkan, pola dan strategi cadangan yang diinginkan tidak akan membuat pemain PSIR merasa payah, karena hampir semua berusia muda tentunya memiliki stamina tinggi untuk bermain 90 menit. Hanya tinggal mengasah kemampuan dalam kerja sama dan menjaga kebugaran fisik.


Terpisah, Haryanto pelatih kepala PSIR mengatakan, anak asuhnya sudah diberi pola permainan bola-bola panjang dan umpan atas. Sedikit menguntungkan bagi PSIR, karena gelandang serang dan striker bertubuh jangkung sehingga diprediksi tidak kesulitan memanfaatkan umpan atas yang dikirim sayap kiri dan kanan, saat mereka berada di kotak penalti lawan.


Saat disinggung kans mencuri poin dari tuan rumah PSIS Semarang, Haryanto menjawab semua bisa saja terjadi, asalkan pertandingan benar-benar fair play, wasit tidak memihak tuan rumah. Setiap tim yang bermain tandang mungkin saja pulang membawa angka, entah menang atau bermain seri. (heru )

Sunday, March 27, 2016

Budidaya Tanaman Pisang

                                                        
1. Beli anak pisang yang kecil yang dijual dalam tabung uji dan membelanya secara sendiri dalam polibag hingga besar 
2. Atau, beli pokok yang siap sedia dalam polibag untuk ditanam di pusat semaian tertentu

Penanaman
Jika membeli terus dalam bentuk anak pisang dalam tabung uji, ikutlah peraturan di bawah.
a) keluarkan anak pisang yang kecil daripada botol dan bersihkan dengan teliti agar-agar yang melekat di bahagian akar anak pokok tersebut.

b) Pindahkan anak pisang yang telah dibersihkan ke dalam polibag berukuran 6″ X 8″ mengandungi tanah dan sabut kelapa, baja N:P:K (15:15:15) dan kompos. Letakkan
polibag di bawah teduhan 70 %.

Pengairan
Siram air 3 kali sehari dalam 2 minggu pertama kemudian selepas tempoh ini, 2 kali sehari sehingga ditanam di ladang.

Jarak Penanaman
Tanam pada ketumpatan 2200 pokok/hektar dan jarak 1.5 meter di antara pokok dalam satu baris dan 3.0 meter di antara barisan.

Pengendalian Penyakit Layu Pada Tanaman Pisang
Tanaman pisang mudah tumbuh di berbagai tempat, penanaman yang dilakukan oleh petani belum teratur dan sering dicampur dengan tanaman lainnya. Selain itu pemeliharaan tanaman pisang belum dilakukan secara intensif, sehingga produksi dan mutu buah yang dihasilkan masih rendah.

Jenis Penyakit
a. Penyakit Layu Fusarium (Penyakit Panama) 
Penyakit ini disebabkan oleh jamur Fusarium oxysparum f. sp. cubense. Jamur penyebab penyakit ini hidup didalam tanah, masuk ke dalam akar, selanjutnya masuk ke dalam bonggol dan jaringan pembuluh.

Gejala dari penyakit ini adalah sepanjang jaringan pembuluh pada batang semu berwarna coklat kemerahan. Daun menguning dan menjadi layu, tangkainya menjadi terkulai dan patah. Kadang-kadang lapisan luar batang semu terbelah dari bawah ke atas. Yang paling khas adalah jika pangkal batang dibelah membujur, terlihat garis-garis coklat atau hitam dari bonggol ke atas melalui jaringan pembuluh ke pangkal dan tangkai daun. Penularan penyakit ini dapat melalui bibit, tanah dan air yang mengalir mengandung spora jamur.

b. Penyakit Layu Bakteri (Penyakit Darah atau Penyakit Moko) 
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pseudomonas Solanacearum. Disebut penyakit darah, karena bila akar tinggal/bonggol tanaman sakit dipotong maka keluar cairan kental yang berwarna kemerahan dari berkas pembuluh. Gejala penyakit layu bakteri pada tanaman pisang adalah layunya daun-daun tua sebelum waktunya, daun menguning dan mati, pada tanaman muda terjadi kelayuan yang menyeluruh. Penularan penyakit ini dapat terjadi melalui bibit terinfeksi, serangga yang mengunjungi bunga, alat-alat pemangkasan dan kontak akar.

c. Pengendalian Penyakit Layu 
menanam bibit pisang yang sehat 
melakukan pemupukan yang seimbang 
sanitasidan drainase kebun yang baik agar waktu hujan, air tidak mengalir di permukaan tanah 
memelihara tanaman dengan hati-hati untuk mengurangi terjadinya luka pada akar. 
untuk mencegah penularan oleh serangga melalui luka pada bunga yang rontok, maka dapat dilakukan pemotongan jantung.

BINATANG PEROSAK 
Binatang perosak yang seringkali menyerang pokok pisang ialah bubuk atau kumbang. Masalah ini dapat diselesaikan dengan menggunakan racun serangga seperti dieldrin.

Penyakit Anthracnose
Gejala ini berlaku apabila bintik-bintik telah muncul dan menyerang buah pisang yang sedang dalam penghantaran dengan menggunakan kapal.

Penyakit Darah Pisang

PENDAHULUAN
Komoditas hortikultura selama ini telah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pendapatan petani. Perkembangan komoditas hortikultura di NTB akhir-akhir ini mendapat perhatian besar khusus tanaman pisang karena tanaman ini banyak memberikan manfaat diantaranya pemenuhan gizi keluarga dan penambahan pendapatan petani. Pisang termasuk salah satu jenis buah buahan yang cukup potensial di NTB, populasinya cukup besar. Selain itu, permintaan domestik cukup meningkat karena pertumbuhan penduduk, kesadaran masyarakat terhadap gizi,peningkatan pendapatan dan pendidikan serta berkembangnya NTB menjadi daerah wisata nasional maupun internasional. Dua tahun terakhir perkembangan tanaman pisang di NTB mengalami penurunan terutama diakibatkan adanya serangan penyakit, yang disebabkan oleh bakteri. Ferken (1972) mengidentifikasikan penyakit darah pisang disebabkan oleh bakteri (Pseudomonas solanacearum).

CARA MENULAR
Bakteri Pseudomonas solanacearum ini dapat ditularkan ke tanaman sehat melalui : tanaman, alat-alat pertanian, tanah yang terbawa alat-alat transportasi, aliran air dan vektor serangga yang menghisap bunga (jantung) pisang. Berdasarkan pemantauan di lapangan, penyakit darah pisang sudah menyebar ke seluruh sentra pertanaman pisang di pulau Lombok dan Sumbawa. Hasil penelitian Sudirman (2000) tentang penyakit darah pisang (Pseudomonas solanacearum) menyatakan bahwa dari sepuluh jenis tanaman pisang yang diuji, pisang kepok dan pisang raja
sangat peka (tidak tahan), sedangkan pisang emas lebih tahan. Pisang ketip, pisang susu, pisanghijau, pisang kapal dan pisang ambon bereaksi tidak konsisten.

TANDA SERANGAN
Penyakit Darah Pisang (Pseudomonas solanacearum) kebanyakan mulai menunjukkan tanda serangan pada tanaman yang sudah berbuah, sedang pada tanaman yang masih muda belum menampakkan tanda serangan yang jelas.

1. Pada tanaman dewasa (tanaman pisang yang sudah berbuah) tanda serangan dapat dilihat pada daun ketiga atau keempat dari atas (pucuk) yang mulai menguning serta disusul dengan daun berikutnya lalu mengering. Akibat dari semua daun menguning, maka pertumbuhan buah tidak sempurna.

2. Apabila buah-buah pisang tersebut di potong atau di belah terlihat adanya cairan atau getah kental berwarna coklat kemerahan yang berbau busuk.

3. Pada bagian dalam bungkul dan batang pisang yang sudah terkena penyakit, apabila dipotong bagian tengah terlihat bintik-bintik berwarna coklat kemerahan. Akhirnya berlanjut tanaman pisang akan menjadi kering dan mati.

UPAYA PENGENDALIAN
Ada beberapa upaya yang bisa dilaksanakan pada tingkat serangan tertentu sebagai berikut:

1. Perketat Karantina
Buah pisang dapat diangkut ke mana-mana untuk tidak terjadi serangan (menular) pada lokasi lain, perlu di perketat pengawasan lalu lintas perdagangan pisang, apakah pisang tersebut berasal dari daerah yang sudah terserang, perlu dilarang memasukkan ke daerah yang belum terserang penyakit tersebut.

2. Sanitasi
Sanitasi sangat penting bagi petani yang mempunyai areal tanaman pisang, agar diperhatikan lingkungan kebun pisang agar selalu bersih, jangan sembarangan menempatkan batang-batang pisang yang sudah di tebang. Dan buat parit di sekitar barisan pisang, sehingga tidak tergenang apabila ada air hujan. Terapkan sistem drainase yang baik. Buat parit disekitar barisan tanaman pisang, sehingga tidak tergenang apabila ada air hujan.

3. Desinfektan peralatan
Peralatan yang akan dipergunakan harus disteril/dibersihkan dulu.

4. Pemupukan
Pemupukan dengan bahan organik akan meningkatkan aktivitas mikroorganisme antagonis untuk membunuh bakteri perusak.

5. Isolasi spot
Apabila tanaman pisang sedang/akan keluar bunga dilakukan proteksi terhadap bunga tanaman pisang dari vektor serangga yaitu : di bungkus dengan kain, kertas agar tidak di kunjungi oleh serangga penular sampai selesai pembungaan.

6. Eradikasi
Apabila sudah terjadi serangan berat pada tanaman pisang, diadakan pemusnahan (menebang semua pisang yang ada pada lahan tersebut, dan diganti dengan tanaman pisang yang tahan terhadap penyakit darah pisang (Pseudomonas solanacearum)

Sumber : Klik Disini

cara penanganan hama angrek




Dalam budidaya atau merawat tanaman bunga angrek, akan banyak hama ynga biasanya  menyerang tanaman bunga angrek, jika kita biarkan saja tentunya akan merusak tanaman angrek dan membuat tanaman tersebut tak indah lagi. Sehingga qita harus tahu cara mengatasi hama yang menyerang bunga angrek. Berikut adalah macam-macam hama yang menyerang bunga angrek dan cara mengatasinya.
1) Tungau/kutu perisai
Gejala: menempel pada pelepah daun; berwarna kemerahan jumlahnya banyak; bekas serangan berupa bercak hitam dan merusak daun. Pengendalian: digosok dengan kapas dan air sabun; apabila serangan sudah parah, harus disemprot oleh insektisida dengan dosis 2 cc/liter.
2) Semut
Gejala: merusak akar dan tunas muda yang disebabkan oleh cendawan. Pengendalian: pot direndam dalam air dan ciptakan lingkungan bersih di sekitar rak/sebaiknya pot digantung.
3) Belelang
Gejala: pinggiran daun rusak dengan luka bergerigi tak beraturan. Untuk jenis belalang berukuran kecil, perlu pengamatan cermat. Pengendalian: segera semprotkan insektisida yang bersifat racun kontak/yangsistematik; bila jumlahnya sedikit bisa langsung dimusnahkan/dibunuh.
4) Trips
Gejala: menempel pada buku-buku batang dan daun muda; menimbulkan bercak abu-abu dipermukaan daun dan merusak bunga hingga bentuk bunga tidak menarik. Pengendalian: secara periodik dan teratur pot anggrek disemprot insektisida.
5) Kutu babi
Gejala: kerusakan yang ditimbulkan seperti akibat semut; tapi tidak menyerang tunas daun. Pengendalian: perendaman dapat mengusir kutu babi dari pot anggrek.
6) Keong
Gejala: menyerang lembaran daun anggrek. Pengendalian: dalam jumlah sedikit cukup diambil/dibunuh; bila jumlah banyak perlu memakai insektisida/dijebak dengan bubuk prusi.
7) Red Spinder
Gejala: bercak putih di bagian bawah daun; permukaan atas menjadi kuning dan lama kelamaan daun mati. Pengendalian: bila sedikit cukup diambil dengan menggunakan isolatip lalu dibakar/menggosok daun dengan alkohol; apabila banyak maka perlu menggunakan insektisida dengan bahan aktif diazinon, dicofol.
8) Kumbang
Gejala: yang terserang akan berlubang-lubang khusus kumbang penggerek batang kerusakannya berupa lubang di tengah batang dan tidak nampak dari luar; Larvanya yang menetas dari telur merusak daun anggrek. Pengendalian: menyemprotkan tanaman yang diserang dengan menggunakan insektisida sistemik secara rutin; bersihkan pot dari kepompong dan telur kumbang dengan jalan memindahkannya ke pot baru dan media tanam yang baru pula.
9) Ulat daun
Gejala: menyerang daun, kuncup bunga, tunas daun maupun bunga yang sedang mekar. Pengendalian: kalau jumlahnya sedikit (2–5 ekor) dapat dibunuh dengan tangan; bila banyak dapat menggunakan insektisida sistemik; tanaman yang telah diserang sebaiknya dipisahkan dengan tanaman yang masih sehat.
10) Kepik
Gejala: menghisap cairan daun tanaman anggrek, sehingga menyebabkan bintik putih/kuning; tanaman yang diserang lama kelamaan akan gundul dan tidak berhijau daun lagi. Pengendalian: semprotkan insektisida yang sama seperti untuk membasmi serangga lainnya, seperti ulat, kumbang dan trips.
11) Kutu tudung
Gejala: daun menjadi kuning, tidak sehat, lalu berwarna coklat dan mati. Pengendalian: seperti halnya membasmi ulat kumbang dan trips.
Demikian macam-macam hama-hama yang menyerang bunga angrek, dan cara mengatasinya. Silahkan mencobanya semoga bermanfaat.

Persyaratan Pemasukan/Pengeluaran Hewan Kesayangan (anjing dan kucing)

A. PERSYARATAN UMUM

I. Persyaratan Kesehatan Hewan

1. Anjing/kucing telah divaksin rabies pada umur 3 (tiga)bulan dan dilakukan boster vaksinasi minimal 1 (satu) bulan sebelum hari keberangkatan

2. Anjing dan kucing telah berumur minimal 6 (enam) bulan pada saat keberangkatan

3. Hewan berasal dari daerah yang tidak ada kasus rabies minimal 6 (enam) bulan terakhir.

II. Status Indonesia terhadap Rabies


a. S
tatus bebas historis penyakit rabies :

1. Provinsi Papua,

2. Provinsi Papua Barat,

3. Provinsi Nusa Tenggara Barat,

4. Provinsi Kepulauan Riau

5. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

b. Status bebas penyakit rabies (pembebasan)

1. Provinsi Jawa Timur,

2. Provinsi Jawa Tengah,

3. Provinsi DI Yogyakarta

4. Provinsi DKI Jakarta

III. Persyaratan Negara Asal

Anjing dan kucing dari luar negeri akan diijinkan masuk ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bila berasal dari :

1. Negara yang bebas rabies (dalam 2 (dua) tahun terakhir tidak ada kasus rabies), maka akan diijinkan masuk ke seluruh provinsi di Indonesia, selain provinsi bebas historis

2. Negara endemik rabies, maka akan diijinkan masuk ke dalam wilayah NKRI yang belum bebas rabies di Indonesia, kecuali ke Pulau Bali.

B. PERSYARATAN PEMASUKAN

Setiap pemohon yang akan memasukan anjing dan kucing dari luar negeri ke Indonesia, harus menyampaikan surat permohonan kepada Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan cq. Direktur Kesehatan Hewan tidak kurang dari 14 hari sebelum keberangkatan dari Negara asal, dan dilampiri dengan :

1. Surat Rekomendasi dari Dinas Peternakan atau Dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di tempat pemasukan hewan (daerah tujuan)

2. Sertifikat Kesehatan Hewan (Health Certificate) dari Dokter Hewan berwenang di negara asal

3. Fotocopy buku riwayat vaksinasi (terutama rabies)

4. Surat hasil pengujian titer antibodi terhadap rabies (uji titer dilakukan 1 bulan setelah vaksinasi rabies terakhir), dengan titer antibodi > 0,5 IU/ml.

5. Fotocopy identitas pemilik/pembawa hewan

C. PERSYARATAN PENGELUARAN

Setiap pemohon yang akan mengeluarkan anjing dan kucing dari Indonesia ke luar negeri, harus menyampaikan surat permohonan kepada Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan cq. Direktur Kesehatan Hewan tidak kurang dari 14 hari sebelum keberangkatan yang dilampiri dengan :

1. Surat Rekomendasi dari Dinas Peternakan atau Dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan dari tempat pengeluaran (daerah asal)

2. Sertifikat Kesehatan Hewan (Health Certificate) dari Dokter hewan berwenang di daerah asal

3. Fotocopy buku riwayat vaksinasi (terutama rabies)

4. Fotocopy identitas pemilik/pembawa hewan

Sumber : Direktorat Kesehatan Hewan, Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian

Saturday, March 26, 2016

Budidaya Tanaman Jeruk

Pengolahan Media Tanam
Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari tanaman lain atau sisa-sisa tanaman. Jarak tanam bervariasi untuk setiap jenis jeruk dapat dilihat pada data berikut ini: (a) Keprok dan Siem jarak tanam 5 x 5 m; (b) Manis : jarak tanam 7 x 7 m; (c) Sitrun (Citroen) : jarak tanam 6 x 7 m; (d) Nipis : jarak tanam 4 x 4 m; (e) Grape fruit : jarak tanam 8 x 8 m; (f) Besar : jarak tanam (10-12) x (10-12) m. Lubang tanam dibuat 2 minggu sebelum tanam.
Tanah bagian dalam dipisahkan dengan tanah dari lapisan atas. Tanah berasal dari lapisan atas dicampur dengan 1-2 kg pupuk kandang. 

Teknik Penanaman
Bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim kemarau jika tersedia air untuk menyirami, tetapi sebaiknya ditanam diawal musim hujan. Sebelum ditanam, perlu dilakukan :
(a) Pengurangan daun dan cabang yang berlebihan;
(b) Pengurangan akar;
(c) Pengaturan posisi akar agar jangan ada yang terlipat.

Pemeliharaan Tanaman Jeruk
Pemangkasan 
Pemangkasan bertujuan untuk membentuk tajuk pohon dan menghilangkan cabang yang sakit, kering dan tidak produktif. Dari tunas-tunas awal yang tumbuh biarkan 3-4 tunas pada jarak seragam yang kelak akan membentuk tajuk pohon. Pada pertumbuhan selanjutnya, setiap cabang memiliki 3-4 ranting atau kelipatannya. Bekas luka pangkasan ditutup dengan fungisida atau lilin untuk mencegah penyakit. Sebaiknya celupkan dulu gunting pangkas ke dalam alkohol. Ranting yang sakit dibakar atau dikubur dalam tanah. 4.5.

Pemupukan Susulan 
Dalam tabel ini disajikan kebutuhan pupuk untuk tanaman jeruk tergantung usianya dengan satuan gr/pokok
Umur (tahun)UreaTSPKCL
180170170
2160325250
3250500325
4325170425
5400210500
6 keatas500300600

Penjarangan Buah 
Pada saat pohon jeruk berbuah lebat, perlu dilakukan penjarangan supaya pohon mampu mendukung pertumbuhan, bobot buah serta kualitas buah. Buah yang dibuang meliputi buah sakit, tidak terkena sinar matahari (di dalam kerimbunan daun) dan kelebihan buah di dalam satu tangkai. Hilangkan buah di ujung kelompok buah dalam satu tangkai utama dan sisakan hanya 2-3 buah. 


Hama dan Penyakit Tanaman Jeruk
Hama utama tanaman jeruk adalah :
a. Kutu loncat (Diaphorina citri.) Bagian diserang : tangkai, kuncup daun, tunas, daun muda. Gejala: tunas keriting, tanaman mati. Pengendalian: menggunakan PESTONA atau Natural BVR. Penyemprotan dilakukan menjelang dan saat bertunas, buang bagian yang terserang. 
b. Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii, Aphis gossypii.) Bagian diserang : tunas muda dan bunga. Gejala: daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa. Pengendalian: menggunakan PESTONA atau Natural BVR. 
c. Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella.) Bagian diserang : daun muda. Gejala: alur melingkar transparan atau keperakan, tunas/daun muda mengkerut, menggulung, rontok. Pengendalian: semprotkan dengan PESTONA. Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam tanah. 
d. Tungau (Tenuipalsus sp. , Eriophyes sheldoni Tetranychus sp) Bagian diserang : tangkai, daun dan buah. Gejala: bercak keperak-perakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun. Pengendalian: semprotkan PESTONA atau Natural BVR. 
e. Penggerek buah (Citripestis sagittiferella.) Bagian diserang : buah. Gejala: lubang gerekan buah keluar getah. Pengendalian: memetik buah yang terinfeksi, disemprot PESTONA pada buah berumur 2-5 minggu. f. Kutu penghisap daun (Helopeltis antonii.) Bagian diserang : tunas, daun muda dan pentil. Gejala: bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda, bercak disertai keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis. Pengendalian: semprotkan PESTONA 


Penyakit Utama Tanaman Jeruk
a. CVPD Penyebab: Bakteri dengan vektor kutu loncat Diaphorina citri. Bagian yang diserang: silinder pusat (phloem) batang. Gejala: daun sempit, kecil, lancip, buah kecil, asam, biji rusak dan pangkal buah oranye. Pengendalian: gunakan bibit tanaman bebas CVPD. Lokasi kebun minimal 5 km dari kebun jeruk yang terserang CVPD. Gunakan Pestona atau Natural BVR untuk mengendalikan vektor. 
b. Kudis Penyebab: jamur Sphaceloma fawcetti. Bagian diserang : daun, tangkai atau buah. Gejala: bercak kecil jernih yang berubah menjadi gabus berwarna kuning atau oranye. Pengendalian: pemangkasan teratur, gunakan Natural GLIO pada awal tanam. 


Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

Friday, March 25, 2016

BUPATI RESMIKAN KANTOR KADES DAN JEMBATAN DI KEC. ANGKINANG



Usai pelantikan pejabat di Kecamatan Angkinang, Bupati dan rombongan yang terdiri dari Wabup, Sekda dan jajaran pemerintah Kabupaten HSS menghadiri peresmian Kantor Kepala Desa Angkinang Selatan. Berdirinya kantor tersebut merupakan bentuk keberhasilan Pemerintahan Desa Angkinang Selatan dalam meraih prestasi sebagai desa model yang mendapatkan Alokasi Dana Desa khusus.
Program ADD khusus merupakan program kebanggaan pemerintah daerah bidang penyelenggaraan pemerintahan desa. Disetiap kecamatan terdapat salah satu desa model, dan untuk mendapatkan ADD khusus melalui kompetisi dengan kriteria tertib administrasi dan tertib pemerintahan desa. Namun saat ini ujar Bupati siapa yang telah memenuhi kriteria sebagai desa model bisa mendapatkan ADD khusus. Hal tersebut tertuang dalam SK Bupati HSS nomor 26 tahun 2011 tentang penetapan desa model dalam rangka pembentukkan workshop pemerintahan desa di Kabupaten HSS.
Selanjutnya, Bupati memberi motivasi dengan terus menumbuhkan semangat jiwa dan semangat kompetensi sebagai pembenahan dan perubahan dalam mewujudkan reformasi pemerintahan desa. Bupati berharap, HSS kedepan bisa menjadi guru dalam pemerintahan dengan tidak lagi melakukan studi banding. “Setelah kita memiliki prestasi baru kita bisa melakukan studi banding karena ada yang akan dibandingkan”, ungkap Bupati.

Setelah meresmikan kantor kepala desa, Bupati beserta rombongan meninjau dan meresmikan jembatan beton Desa Bakarung yang masih di wilayah Kecamatan Angkinang. Pembangunan jembatan tersebut menurut laporan Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Setda HSS Nordiansyah, S.Sos, M.Si, dilaksanakan dengan pemilihan penyedia barang/jasa dengan lelang umum yang pekerjaan fisiknya dilakukan selama 97 hari dan pemeliharaan selama 180 hari. Pembiayaan untuk pembangunan jembatan beton tersebut berasal dari DAU Kabupaten HSS tahun anggaran 2011.

Berdasarkan laporannya pula, mekanisme pembiayaan pembangunan kantor desa model tahun 2011 dialokasikan dengan transfer daerah ke kas desa. Pembiayaan tersebut tercantum dalam APBD desa sebagai bagian dari penerimaan desa yang berasal dari Alokasi Dana Desa (ADD) Khusus. Untuk tahu 2011 besaran alokasi dana desa khusus tersebut sebesar Rp. 222.222.222 untuk setiap desa model. Sehingga untuk 18 desa model berjumlah Rp 4 miliar. Sesuai dengan pola pembiayaan secara swakelola, dan telah terhimpun dana swadaya atau partisipasi sebesar Rp 15.000.000 untuk pembuatan pagar muka/belakang bangunan.(iras_hms)

SATPOL PP PUSAT MENGADAKAN DONOR DARAH


SURABAYA ,  DINAMIKA  BANGSA
Tepatnya hari Jum:at  Satpol  Pp  Surabaya  melakukan  kegiatan  donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia ( PMI) dibantu 3 Dokter  ahli , Anggota  yang  mendonorkan  darahnya sebanyak  50 orang. Dibuka oleh kabid Bapak DENNI yang sekarang  menjabat. Acara  ini dihibur oleh elekton  dengan para penyanyi –penyanyi dari kota Surabaya, Para anggota satpol yang ikut duet / joget  boleh –boleh aja asalkan menyawer istilah anak orkesan/memberi uang pada penyanyinya. Hari jum’at cuaca agak mendung  para
anggota  masuk semua karena ada kegiatan di kantor  satpol Pp. Kepala bagian dikumpulkan oleh kabid  juga kasi-kasi kecamatan  diundang   rapat untuk  membicarakan anggaran  tahun 2012 diruang   rapat satpol Pp  ,Acara donor ini dilakukan mulai  jam 7,30 sampai  11,00 mengingat  hari Jumat  jadi  waktunya hanya setengah hari,   para anggota berkumpul menonton penyanyinya  .sambil menunggu panggilan  /gilirannya (EDY)